Tulisan Menjelang Ujian yang . . .

Catatan:
1. Menulis untuk sedikit melepas stress menjelang UAS, yang berarti isinya akan rada-rada ga nyambung akibat saking pusingnya belajar *hahapeu*
2. sepertinya saya akan menulis dengan melompat-lompat dan agak sulit dipahami kalau kamu ga jago menganalisis (lebay kamu Jei)

Senin, 17 Juni 2013, saya chat dengan senpai (senior) pas SMA yang sedang di Nara, Jepang. Banyak hal yang saya tanyakan pada beliau, dari hal yang sepele sampai hal yang serius.

Ketika hampir mengakhiri chat, saya sempat bertanya dan membicarakan tentang orang Indonesia yang ada di Osaka. Karena membahas soal sikap beberapa orang Indonesia yang kurang mengenakkan terhadap sesama orang Indonesia ketika di sana, saya ngetik gini:

Kok nge-gap di negeri orang padahal brasal dari negara yg sama -_-‘

Senpai saya hanya membalas seperti ini:

d indonesia jg kadang gitu kan?hehehe..

Ada yang menarik sekaligus agak menohok buat diri saya dari pernyataan ini, “Di Indonesia juga kadang gitu kan? Hehehe..” Saya sebagai WNI, jujur saja, kadang merasakan gap antar warga. Bukan bermaksud membicarakan SARA, tapi kenyataannya memang begitu. Orang di tanah Jawa terkadang ada yang memandang rendah orang yang berasal dari luar Jawa, atau hanya mau bergabung dengan orang yang kapasitasnya sederajat atau di atas (untuk yang terakhir, terkadang saya masih melakukannya sih). Padahal harusnya kita bersyukur kalau kita hidup dan tinggal di Indonesia. Punya banyak budaya, saudara dengan ragam etnis, dan banyak hal lainnya yang belum tentu negara tetangga ataupun yang lainnya punya.
Ingat dong dengan makna Bhineka Tunggal Ika? Berbeda-beda tapi satu jua. Dari hal ini kita bisa belajar toleransi.

Yang paling membuat saya tertohok itu, ketika saya ngeh kalau saya dalam berteman masih pilih-pilih. Sebagai pembanding, teman sebangku saya waktu SMA, Mpeb, yang supel dan bisa berbaur dengan siapa saja. Yah, meskipun pada akhinya kita memang harus bisa benar-benar memilih teman yang bisa membuat kita menjadi sosok yang lebih baik, apa salahnya buat memulai pertemanan?

Tapi, dalam kasus saya, sifat dan cara kalian mulai mendekati saya mempengaruhi ke sananya. Kalau caranya terlalu SKSD dan tiba-tiba ngehadang gak jelas, kadang saya malah ilfeel dan gak mau berteman. Terkesan jahat, tapi kalaupun memang mau berteman dengan seseorang, perhatikan sikap orang tersebut. Selain itu, kita harus bisa memperhatikan sikap kita juga ketika berhadapan dengan orang lain.m

Di ukm yang saya ikuti saat ini, attitude sangat diperhatikan. Hal ini terasa oleh saya ketika sedang berhadapan dengan seseorang yang sudah lebih ahli atau punya ilmu lebih. Jangan sok deh. Di atas langit masih ada langit. Jangan merasa jagoan kalau ternyata ada yang lebih jago dari kamu.

Coba deh mulai terbuka dan bisa menganalisis sekitar kamu. Ambil strategi yang tepat sebelum bertindak. Pertimbangkan kemudian laksanakan! Cari teman sebanyak-banyaknya dengan tetap memperhatikan attitude kita. Orang akan respek sama kita kalau kitanya bisa respek ke orang lain. Berteman dengan niat yang baik, maka kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan.

Ini apa yang saya tulis!?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s