Motivasi?

Satu saat, jaman saya masih ngawas masa bimbingan (selanjutnya disebut mabim) dan kaicho angkatan owe menjabat di himpunan, inget banget, bertiga dengan pj mabim, malam-malam sambil nungguin yang latian mabim kelar, kami mengeluarkan unek-uneg yang ngeganjel, topiknya dari mabim, walaupun tau sih antara pj dan kaicho nyimpen rahasia lain yang merupakan urusan internalnya (and that’s not my business, tho), sampai hal remeh temeh yang bahkan kalau diingat kembali, sebenarnya gak penting banget. Tapi saya selalu ingat apa kata pj mabim dan kaicho, yang kalo saya simpulkan adalah sebagai berikut:

Kadang saling mengeluarkan aura negatif itu perlu loh. yaaah dengan sekadar curhat dengan teman senasib itu bisa membuat kita terdorong untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik. saling bantu nyemangatin laaaaaah.

nah awalnya seperti biasa, si Zahra yang super cuek ini, cuma sekadar… oooooh. masih bingung linglung. dan seperti biasanya juga sadar soal ini juga jaaaaaaaaaauh dari kejadian itu pernyataan dilontarkan. iya. masa aku baru bener-bener ngeh sama makna dari pernyataan tersebut malem ini, pas chatting sama temen senasip sedospem, yang lagi sama-sama mandeg dengan perskripaian (eh itu sih kamu doang zah), sambil ngewebtoon buat kabur dari kenyataan. teu balèg nya, baè lah.

tapi…… beneran deh, sama-sama saling melepas penat karena hal yang sama kadang bisa memotivasi diri sendiri buat lebih semangat.
kadang, saya capek dengan apa yang orang bilang soal saya, terutama kalo ada yang kayak muji (ato nyinyir?) perihal kek “ah kamu mah boong kalo bilang kamu mandeg padahal udah ngerjain” etc. etc. set dah. orang liat saya apa dan kek gmana sih :”””)

terus terus, kadang ada yang nyari satmran ke orang yang dia anggap lebih wah gitu. okelah itu sih, in my case, justru bukan jadi penyemangat, tapi sekadar inspirasi saja dan jadi salah satu sumber tips buat strategi dalam bertarung. misalnya “oh iya dulu kakak A buat skripainya cuma butuh dua minggu dari UP ke sidang (ini beneran ada di deket ku)”. sementara itu, siapa yang bisa menyemangati? ya teman senasip seideologi seperjuangan #elah bahasamu Zah.

apa yang dapat saya simpulkan untuk dapet semangat juang adalah sebagai berikut
– Buat bisa menyemangatkan diri bukan orang yang jauh di atas kamu, toh bisa aja teman sekitar kamu, bahkan orang yang jauh lebih muda yang justru jadi mood booster
-mulai kurangin bergaul sama temen yang negatif dan bawaanya pitabokeun #minta ditonjok, means
-deketin orang-orang yang posisinya lagi sama dengan kita, siapa tau ternyata mereka juga ngasih support dan effort ke diri sendiri
-jangan dengar apa kata orang, hidup kamu ya kamu yang ngurus. kalo misalnya dapet kritik baru terima tapi tetap filter lah ya
-banyakin berdoa

yah. melihat hampir lebih dari setengah angkatan (SD-SMA) saya sudah lulus, gawe, merit, punya anak, sementara kamu masih seenaknya kuliah dengan subsidi uang negara, rasanya 悔しいけど、嬉しいじゃん。
semoga orang yang agak disebut sama saya bisa meraik impiannya juga. 夢はこの手で叶える!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s