Singapura, lagi?

bonus foto dulu lah ya tehepero

image
Agustus 2015
image
April 2016

pokoknya, gak sampai setahun, alhamdulillah, saya dan keluarga dapat kesempatan buat bertandang ke negeri singa ini.  bedanya? timing! Agustus di sana kami disambut hujan ruar binasa sementara pada bulan April ini kami disambut panassssss dan teriknya matahari (sampai-sampai wajah saya yang kering ini makin kering di sana TAT)

saya paham sih kenapa ayah ingin ngajak nenek (baik keluarga ayah maupun ibu) buat jalan-jalan ke negara asing. mungkin salah satu cara berterima kasih dan juga ingin menyenangkan mereka.  yang beda? jalan sama nenek dari keluarga ibu…jauh lebih melelahkan. pagi dibawa ke USS aja masih sanggup keliling China Town malamnya (sementara saya, ade dan ibu udah kelelahan ga sanggup jalan) perjalanan cuma berempat karena ayah ada urusan dan si bungsu mageran. Kalau sama nenek dari keluarga ayah, jauh lebih santai (makanya bisa sampe edisi nyasar ke Little India sama nyokap saking santainya hahaha) dan lebih banyak waktu buat jalan sendiri sampe titik darah penghabisan dan ini semua orang rumah full team ikut. si bungsu yang biasanya susah pun bisa dipaksa ikut.

cukup curhatannya.

dua kali ke sini, ada beberapa catatan dari saya sendiri.
1. Saya rasa wajar saja banyak orang Indonesia yang mau menghabiskan liburan di Singapura, wajar pake banget. Orang Indonesia di sini ga terlalu didiskriminasi. tata kota yang sudah baik, fasilitas yang nyaman, infrastruktur yang nyaman dan teratur, ya sudahlah makin betah aja. saya sih kalau ditawarkan tinggal di sini mau aja sih…. tapi… saya masih lebih memilih tinggal di Indonesia. di Indonesia aja kadang udah setres apalagi di Singapura hahaha. Meski di sana bisa beli coklat impor murah dan enyak  tetap tidak. karena saya masih lebih cinta masakan Indonesia dan harga makanan di Singapura mahal ruar binasa. saya gampang kangen makanan (di Jepang seminggu aja udah pengen balik demi makanan) makanya ga kurus-kurus.

2. Di Singapura, banyak juga orang lansia yang masih bekerja. Kalau di Indonesia, kayaknya jarang ya pegawai McD bagian kasir lansia, sementara di Singapura,  beberapa kali saya ke sana, beberapa kali pula saya dilayani oleh lansia. saya sampe pusing karena bahasa yang digunakan Singlish 😂 kalau yamg masih muda agak lumayan lah bisa bahasa Melayu/Indonesia yang masih saya pahami lah. mungkin karena biaya hidup di Singapura yang cukup tinggi, mereka pun terpaksa untuk bekerja. yah, di Indonesia juga gak jauh beda lah ya. tapi itu pun ga semua gitu kalau di.Indonesia. lah di sana, bahkan satpam, petugas kebersihan, pokoknya banyak sekali yang sudah lansia tapi tetap bekerja. makanya ga mau tinggal di Singapura karena saya bisa kebayang setres kalo hidup di sana.

3. PDA atau Public Display Affection. Banyak juga pasangan muda mudi melakukan PDA sampai tahap 気持ち悪いhahah. masalah ini masih mendingan orang Indonesia deh. meski tetep aja geuleuh.

4. Saya merasa kalau Singapura udah bukan kayak negara  Asia, tapi western country . Banyak pelancong dari negara barat yang berkelana di sini. Indonesia.yang kayak gini Bali lah ya.  Tapi memang di sana enak dan aman sih buat para turis. ini yang harus mulai dibenahi Indonesia. rasa aman dan nyaman.  Okelah Bandung.dan beberapa kota besar lainnya mulai merintis dan mengembangkan hal ini, tapi… tetap saja kalo Bandung malam hari rawan. cuma pendapat ya.

5. masalah waktu. padahal masih zona +7GMT, tapi Singapura dan Malaysia menetapkan +8GMT. Buat saya sendiri sebenarnya ini menguntungkan. serius deh. badan saya jauh lebih enak gitu pas bangun. jam 6 masih gelap (iyalah di Bandung masih jam 5 soalnya). pokoknya buat saya ini menguntungkan. kalau ga banyak tugas kebayang lebih enak ngatur waktunya /ini sih kamunya aja yang pamalesan.

apalagi ya….
6. Negara ramah orang yang berkebutuhan khusus. Pokoknya selama saya di sana, banyak juga pemuda yang menawarkan duduk untuk nenek saya. itu aja contohnya.

7. Cuaca. sumpah Bandung udah paling nyaman buat dihuni TvT di Singapura kulit saya makin kering gegara AC dan panas pleus udara kering.

8. ROKOK! Masuk Singapura ga boleh bawa rokok sama sekali. keren beroh. meski tetap saja ada spot merokok atau yang jual. Banyak juga apartemen yang melarang penghuninya merokok. Di sana ada spot kheuseus merokok dan tetiba saya inget dosen ada yang bilang kalo di negara maju orang ngerokok pada bawa asbak portable . kan asik tuh. sampahnya ga ganggu. ga ganggu orang jalan. kebayang kan singapura negara kecil kalo orangnya ngerokok seenak dewek wooo mgamuk semua. udara singapura masih berasal dari Indonesia. kebayang lah ya IYKWIM

sekian laporan perjalanan saya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s