Detective Conan Movie 20: The Darkest Nightmare -menurut Zahra

Peringatan: Banyak spoiler, kalau belum nonton dan gak mau kena sop iler lebih baik tekan tombol back atau langsung tutup tab/windows browser anda.

Coba diingat-ingat dulu, kapan ya kalian pertama kali nonton Detektif Conan  di televisi swasta di Indonesia? Saya pribadi pertama kali nonton Conan di TV saat kelas 3 SD, sekitar tahun 2001 kali ya… jaman-jaman awal Harry Potter mulai jadi bahan perbincangan orang-orang, meski gak seheboh sekarang yang makin menjadi (LOL), pas lagi nginep di rumah kakak sepupu diungsikan sambil mengisi waktu liburan. Baca komiknya juga pas kelas 3 SD juga, itu juga dipinjami (lagi-lagi dari) kakak sepupu saya yang tapi pada akhirnya malah seperti biasa, saya yang kena racunnya sampe sekarang.

Terus… kapan juga pertama kali nonton detektif conan movie yang juga ditayangkan di TV swasta di Indonesia? hem… saya sendiri nonton pas kelas 5 SD gitu ya, nonton bareng bossman a.k.a babeh di rumah bareng-bareng. Film yang ditayangkan di TV Indonesia yang paling diingat dan berkesan tuh buat saya pribadi adalah yang keenam, yang berlatar kota London (dan saya lupa judul filmnya btw) daaan film ketiga, judulnya The Last Wizard of Century. Pas saya tonton ulang beberapa waktu lalu, mungkin karena faktor usia juga sih ya, jadinya biasa aja… tapi tetap merinding pas nontonnya padahal udah tau jalan ceritanya gimana. efek nonton pas masih kecil kali ya, jadinya ngena banget gitu. 

Nah, pada tahun ini, iya, 13 tahun sejak mengenal  serial-yang-entah-kapan-tamatnya-tapi-ada-gosip-kalo-tamat-di-chapter-1000an dan berkali-kali Conan melalui natal, tahun baru tapi tetap saja kelas 1 SD sementara saya udah lulus kuliah ini, ternyata movie dari Detektif Conan (yang selanjutnya ditulis DC) ini sudah mencapai Movie yang ke-20. Film pertama dari serial DC sendiri muncul di Jepang pada tahun 1996, serial  anime mingguannya muncul tahun 1995, dan komiknya sendiri diterbitkan pertama kali di majalah mingguan Shōnen Sunday pada tahun 1994. 

si Jahre kepanjangan tauk intronya, udah deeeh.

Oke mari kita lihat gambar promosi di bawah ini

gambar promosi di Jepang #1

di Jepang sendiri, fim ini rilis setiap tahunnya di Bulan April. Untuk roadshow filmnya sendiri dimulai pada tanggal 16 April 2016. Bisa menebak dong intinya tentang apa?

masih belom bisa menebak? lihat gambar di bawah ini deh…

Gambar Promosi di Jepang #2

GIN/BOURBON/AKAI

udah dapet? intinya dari film ini adalah Black Organization atau Organisasi Jubah Hitam, yang selanjutnya disebut BO. 

AKHIRNYA BO DONG….SETELAH 7 TAHUN FILM YANG INTINYA TENTANG BO.

Dulu waktu SMP-SMA, suka banget ngebayangin ada anime movie atau film Jepang selain Doraemon yang tayang di bioskop Indonesia….dan sejak tahun 2013/2014, salah satu perusahaan yang berada di bidang pelayanan Jasa perfilman Blitz Megaplex yang sekarang namanya menjadi CGV Blitz, mulai memutar film Jepang, anime movie. Seingat saya, sejak dulu di Blitz  juga sering menayangkan film yang nggak familiar bagi orang awam tapi menarik bagi movie enthusiasts karena di Blitz suka ada festival film gitu. 

Oke, saya memang sudah memperkirakan kalau CGV akan menayangkan DC movie ke-20 ini, secara, pasar peminatnya banyak karena DC udah ada di Indonesia lebih dari 10 tahun, selain itu orang yang mengikuti DC kebanyakan seusia saya, antara mahasiswa ataupun yang sudah kerja jadi pasti bakal ditonton dan pasti ada yang dengan sukarela nonton di bioskop =)). 2 movie Naruto aja ditayangkan, masa Conan nggak sih? banyak fans yang ngamuk tuh ntar =))

tentu saja, pasti banyak yang pengen tau, kapan sih tayang premiere-nya? nih lihat gambar di bawah!

Yes. udah tau sih tayang tanggal segitu, tapi teman saya ga ada yang bisa nonton pas pertama tayang, jadinya saya baru nonton pas tanggal 3 september 2016 bareng sesama pecinta DC yang juga memakai komik DC sebagai salah satu bahan skripainya, Disa.

nah sekarang saya akan kasih beberapa pendapat saya dari film ini dalam bemtuk poin.

  1. Berbeda dengam film DC ke-13, yang kehadiran anggota BO-nya terkesan dipaksakan dan cuma jadi ‘tempelan’, pacing film ke-20 ini jauh lebih baik.Selain itu memang jalan ceritanya lebih seru daripada yang Sunflower of Inferno, movie ke-19. Kayaknya hasil keuntungan dari film ke-19 dipake buat ngegarap total jorjoran buat film ke-20. Soalnya dari teknik animasi, tata film, camera-nya emang lebih enak ditonton gitu. Iya, meski film ke-19 ini ada Kaito Kid, karakter favorit sebagian besar orang, termasuk saya, saya mengakui kalo ceritanya flat banget..dan penarik atensi orang di 19 kan Kaito KID LOL.
  2. Tapi… buat saya lagi-lagi filmnya nge-troll. MANA RUM!? katanya bakal ditunjukkan soal sosok RUM. sekadar informasi: RUM adalah orang penting #2 di organisasi, Gin juga masih tunduk sama ni orang. orang nomer 1 tetap Anokata sih.
  3. The Darkest Nightmare memang cocok jadi judul film ini soalnya memang benar-benar buruk bagi orang-orang yang menjadi double agent di BO, yang disebut NOC atau agen mata-mata negara. Di dalam BO juga memang banyak double agent kayak Kir alias Rena Mizunashi alias Hondou Hidemi, anggota CIA yang juga menyamar menjadi reporter untuk salah satu TV dalam cerita DC dan Bourbon alias Tooru Amuro alias Zero alis Furuya Rei (salah satu orang yang banyak nama aliasnya di DC),  anggota Unit Khusus Kepolisian, bahasa Inggrisnya Public Security Bureau atau PSB (bagian Intelijen kepolisian, simpelnya). 
  4. Sedikit inti ceritanya, BO mencurigai adanya NOC yang menyusup di organisasi itu. Mereka dianggap menghambat kinerja BO dan mengganggu rencana utama mereka -yang saya sendiri juga gak paham sih sama apa yang mereka incar-. Selain itu ada salah satu tangan kanan Rum yang memiliki kekuatan fisik hampir setara dengan Rum, Curaçao, yang diminta untuk mecuri data dari PSB dan dia mengingat segala sesuatu dengan bantuan alat yang memiliki 5 warna macam plastik transparan gitu tetapi mengalami amnesia karena aksinya ketauan oleh Amuro dan dia memilih kabur dari kejaran Amuro maupun Akai, yang juga tau aksi pencurian data ini. Kalau sampai data para NOC jatuh ke tangan BO, tentu saja nyawa para NOC ini terancam,  dan badan intelejen dunia bakalan chaos. Dari 5 data yang diambil oleh Curaçao, 3 agen NOC dibunuh oleh BO dan dieksekusi oleh Gin, Chianti, dan Korn. tentu saja dua yang selamat adalah Bourbon dan Kir, mereka kan salah satu kunci untuk ending serial DC jadi gak mungkin dibunuh di film lah….meskipun suasana filmnya tegang karena mereka udah terancam dibunuh di tempat dan Kir udah terluka gitu di awal karena ditembak Gin. Shuuichi Akai gak diitung karena dia memang sudah dianggap membelot dari BO dan jadi orang yang paling ditakuti Gin. Tentu saja, mereka butuh data yang disimpan Curaçao sehingga mereka mau gak mau harus bisa menjemput Curaçao, dengan cara BO.
  5. Seperti biasa, Shounen tantei dan Sonoko itu antara perusak momen atau jadi kunci penyelamatan dari kasus yang harus dihadapi Conan. =)) 
  6. Seperti biasa juga, tebak-tebakan Profesor Agasa garing (walau saya sempet mikir beneran kalo yang satu ini hahaha)
  7. Seperti biasa juga, Ran galau karena Shinichi…tapi yang ini gak separah di film yang lain, masih bisa saya toleransi, seenggaknya gak ditonjolin banget gitu… Mungkin staf udah pada sadar sama yang satu ini banyak yang sebal liat Ran galau mulu gegara Shinichi. ya ya ya, saya memang suka Shinichi x Ran, tapi. gak gitu juga ditonjolkannya heuh. jadi ada kesan Ran beneran cuma jadi figuran di film ini… dan karena ini berkaitan dengan BO, Haibara makin sensitif sama Conan. aih indahnya NTR.
  8. Seperti biasa (lagi!?) Bom dan penjinakan bom. Untungnya kali ini aksi kerennya gak cuma dipegang Conan, tapi Amuro dan Akai juga kebagian di sini! Beneran eksplisit ngga kayak movie 18. 
  9. Ada mas ganteng Matsuda yang mati karena ngejinakin bom! (Cek DC volume 36)
  10. Debut Movie buat Amuro dan Rena!
  11. Entah cuma saya aja atau gimana, cara BO kalah itu macem team Rocket-nya Pokèmon…ya BO jauh lebih elit sih. tapi intinya sama kayak di DCMovie 13: Chianti dan Korn yang jadi pilot dan kopilot di heli dan kalah karena salah satu rotornya ditembak.Bedanya yang ngerusak rotornya di movie 20 ini adalah Akai yang nembak dengan rifflenya…..dengan cara yang cukup mirip dengan DC movie 18 lol
  12. Saya lebih suka Akai nyamar jadi Subaru Okiya, terlihat lebih kece :””D (cek DC movie 18)
  13. …dan baru tau kalo Vermouth gak tau kalo Amuro itu Double Agent PSB…
  14. serta baru sadar kalo Gin emang kejam banget. :”D Vodka dan Vermouth sampe syok gitu…sementara Chianti dan Korn emang udah agak sengklek kali ya otaknya =))
  15. Kalau kata Disa, dan yang udah saya tulis intinya dari apa yang kita bahas sepanjang nonton “kok kayak nonton Naruto, gelut di mana-mana. sempet aja gelut di atas ferris  wheel. ngakak gue. tuh kan Naruto!!! (sambil ngikik di bangku dan nepok-nepok saya, ga keganggu btw karena mungkin banyak yang sependapat). duh udah kehabisan bahan cerita kali ya karena udah 20. Oh itu ada Singapura! buat suasana ferris wheel yang aslinya,” 
  16. yes. Sejujurnya ya saya pengen ngakak, kenceng banget, selama nonton. Asa liat Naruto-Sasuke di Amuro-Akai. satu kalem parah satu cerewet. oh kurasa gak usah disebut siapa yang jadi siapa. Seingat saya, Amuro emang agak jealous sama Akai karena mereka pernah ada di posisi yang membuat persahabatan mereka jadi hancur (masih rada anget nih ceritanya soalnya chapter baru-baru)…dan juga karena cemburu gitu sama Akai jadinya kayak frienemy, padahal tujuan mereka sebenernya sama. mau ngejatuhin BO juga. Semacam antara bromance atau fujobait kalo buat saya sendiri ngeliat aksi gelut atau persaingan mereka makanya makin pengen ngakak.  Gimana gak kayak Naruto, mereka tanding combat di atas ferris wheel sementara di mata saya mereka kayak Naruto – Sasuke di lembah kematian, pas jaman kecilnya itu =)) pada ga sadar umur lagi, ga sadar tempat. MANA ADA ORANG NORMAL GELUT DI ATAS FERRIS WHEEL DAN GA ADA CEDERA SERIUS =”))) DASAR ORANG GAK SAYANG NYAWA DAN NEKAT MATI SEMUA. asli kalo nonton ulang pasti masih tetap ngakak. Oh kenapa Singapura? seinget saya, di Jepang gak ada ferris wheel yang dijadikan model buat film DC dan di Asia cuma Singapura… setau saya sih, makanya pas nonton awalnya mikir…emang di Jepang ada apa ferris wheel macem ini eh baru sadar pas Disa ngomong sih. Kalau liat latar tempatnya mungkin itu kombinasi antara Odaiba-Resort Sentosa World Singapore-Marina Bay Singapore-Disneysea Japan alias tempatnya benar-benar fiktif, gak kayak beberapa film DC  yang memang menggunakan benda/tempat yang memang benar-benar ada di Jepang. 
  17. Kalau kata Disa kayak nonton Naruto, buat saya.. awal film itu Fast and Furious/Initial D dengan bumbu Naruto, di tengah ya Conan seperti biasa, menjelang akhir Naruto, dan diakhiri dengan cerita yang Conan-ppoi.
  18. Ending beneran setelah ost DC kali ini ceritanya beneran sedih. biasanya kan kayak cerita yang emang ngehibur gitu, ini nggak sama sekali. Sedih beneran sih sama Curaçao :”D
  19. dua nomor ini akan diisi oleh unek-unek saya yang cukup mengganjal selama saya nonton dan cuma bisa ditulis di sini. Saya dan Disa gak salah pilih tempat duduk sih, tapi jujur saya selama nonton agak keganggu sama yang duduk di sebelah saya. Ketauan banget fangirlingan Akai. Udah mah mereka salah tempat duduk di awal (alias ga sesuai sama tiket duduknya, yah akhirnya emang saya bilangin juga sih ke mereka karena ternyata di sebelah Disa masih ada yang duduk lagi… kan gak enak banget yak…), berisik pula pas nonton. Saya rasa mereka mahasiswa…yang usianya sedikit di bawah saya atau mungkin anak SMA…. Bukannya mau nyalahin mereka, tapi tolong, ini mah demi kenyamanan kita bersama, biasakan cek lagi nomor kursi dengan apa yang ada di tiket biar gak ganggu yang lain. Saya juga pernah menonton film yang ada Mizushima Hiro… yes saya demen om satu anak ini, tamvan dan aktingnya keren. Nonton di bioskop… oke makin meleleh aja liat dia. saya berusaha ga keliatan fangirlingan tapi posisi duduk udah gak bener emang… seenggaknya jangan berisik laaaaah gak enak ganggu penonton yang lain :”D. Oh buat yang ngerasa, maaf ya. mungkin kalian juga keganggu sama saya selama nonton 🙂
  20. Bagi sebagian besar orang, adanya subtitle di film yang memang tidak menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Native adalah sesuatu yang sangat membantu. Kebetulan di film ini ada dua subtitle, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.Tetapi….. sayangnya subtitle Bahasa Indonesia yang digunakan untuk film ini, menurut saya pribadi, bahasanya terlalu kaku, ada beberapa kata yang tidak tepat guna atau kurang nyaman dibaca, dan kesalahan penerjemahan. contohnya adalah ‘semaput’ yang memiliki makna pingsan. Memang, sebenarnya istilahnya gak salah dan Curaçao memang sempat pingsan beberapa kali di filmnya. tapi… buat sebagian orang yang menonton pada saat itu, kata ‘semaput’ yang muncul berulangkali itu kesannya jadi aneh dan malah ditertawakan. Saya sendiri tidak terlalu keberatan dengan pemilihan kata itu, hanya saja kata ‘semaput’ memiliki kesan dan suasana yang tidak lebih baik dari kata ‘pingsan’ bagi saya sendiri, apalagi kalau penontonnya kebanyakan vvibu atau yang memang tidak terlalu memahami bahasa. Buktinya aja pada ketawa tiap liat kata ‘semaput’. Toh kebetulan karena ini film bahasa Jepang, sebisa mungkin gak liat subtitle selama nonton. Kalau istilahnya ga saya ngerti baru lihat subtitle bahasa Inggrisnya. Terus saya jadi agak curiga…yang menerjemahkan ke bahasa Indonesia kayaknya…. menerjemahkan dari subtitle Bahasa Inggris. Soalnya penggunaan bahasa Indonesianya agak kaku… dan pas saya bandingkan dengan hanya mengandalkan pendengaran dan mengamati subtitle bahasa  Inggrisnya… ya gak luwes. Jadi makna yang sesungguhnya gampk nyampe ke penonton. Sumpah deh…kalau memang bituh penerjemah bahasa Jepang, mendingan panggil deh. terus entah kenapa kebayang banget Master penerjemahan di kampus (dosen kok dosen) bakal ngetawain atau sinis malah kalau liat penerjemahan di filmnya.

    Intinya: cerita yang bagus! Buat yang udah sangat lelah dengan cerita Conan yang entah kapan berakhir ini, film ini lumayan bisa jadi bait buat seenggaknya tau cerita DC tuh sudah sampai sejauh apa sih… kayak ‘Amuro tuh siapa sebenernya’ ‘Loh kok ada Akai lagi?’ ‘wait, Rena masih hidup?’ meski kalau yang masih rajin nonton film Conan mungkin akan lelah dengan bom… bom di mana-mana. 

    oh satu lagi… itu keluarga Suzuki (iya, keluarga Sonoko) setajir apa sih… kayaknya kalu di Movie udah sering banget ada kejadian baru rilis tapi rusak ato hancur karena !om dan keluarga Suzuki masih baik-baik aja, gak bangkrut. wkwk iya tau sih kalo ini cuma fiksi tapi seenggaknya kali-kali bahas gitu…. macem pojok SBS di One Piece.
    Sekian!

    Advertisements

    8 thoughts on “Detective Conan Movie 20: The Darkest Nightmare -menurut Zahra

    1. wah, udah nonton duluan,
      setuju, yg movie 19 terlalu datar, apalagi dibandingin sama 18 ada ending yg (waktu itu) ngasih hint subaru itu siapa. btw ini spoilernya kurang ngespoil, wkwk

      P.S. aku belum nonton loh, wkwk

      1. haha iya abisan mumpung keduapuluh #gak

        19 itu baitnya di KID. saya akuin banget deh yang satu ini soalnya kerasa banget ceritanya kombinasi 15-17 dan agak krik gitu. polanya juga udah pada apal kan =)) kalo ga ada KiD ini filmnya bakal flat banget dan setiap movie yang ada Kaitonya, pasti dia bakal nyamar jadi Shinichi (kecuali movie 10, dia jadi mz Saguru Hakuba)

        ini kurang spoiler? hahaha tiap orang tingkat spoilernya beda-beda yah… soalnya kalo saya dikasih segini doang udah kebayang pace ceritanya bakal ke arah mana walau gatau excuse-nya bakal gimana =))

        movie 20 ini… rame kok, seriusan. lebih dapet feelnya gitu. efek nonton di bioskop juga kali ya jadi keliatan kayaknga ngeresearch abis-abisan dan manfaatkan untung conan movie 19 sih =)
        hem…yah karena (kadang) saya masih baca chapter terbarunya jadi pas jaman Subaru masih belom ketauan siapa dan orang Indo belom ngehype, udah tau duluan kalo saya. lagian ketebak dari reaksi Ai yang takut tiap ketemu Subaru =))

        1. wah, udah malam masih fast response, salute, wkwk
          19 kalo ga ada Kid, itungannya cuma episode spesial 2 jam, bukan movie (pendapatku sih),
          aha, aku malah habis baca ini jadi tambah penasaran, kalo dibandingin sama spoiler2 lain, ini nambahnya cuma dikit, wkwk
          nah itu, orang indo kadang ngehypenya telat, aha

        2. kebetulan aja.
          ngomong-ngomong spesial episode, ada loh yang ditayangin di Jepang tv movie gitu, judulnya the disappear of Conan yang tayangnya juga sama-sama Tahun 2015. itu lebih bagus buat dijadiin movie di bioskop. coba deh kalo sempet nonton itu =3

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s