cara kamu ngechat atau berbicara itu sangat dipengaruhi orang-orang yang ada di sekitar kamu. 

saya akhir-akhir ini sering banget chatting sama teman lama tak sua dan akhirnya bahkan gaya menulis saya aja benar-benar terpengaruh oleh dia.

jadi saya pun merenung, jangan-jangan selama ini saya kurang bergaul dengan orang yang benar-benar positif seperti jaman SMA (meski kelam percayalah, mereka orang-orang positif). bukan berarti teman kuliah saya negatif semua ya (meski ada aja satu lingkungan yang benar-benar negatif dan untungnya saya gak nyemplung banget di sana), tapi saya kayaknya emang sedang butuh teman yang pernah saya temui dulu. mau ganggu gak enak da temen saya Ini udah berkeluarga.
mungkin satu ‘hai, apakah kamu baik-baik saja?’ di dunia nyata bisa membuat saya, salah satu orang yang penuh akan manipulasi dunia, luluh dan menceritakan semuanya kepada kamu.

Advertisements

5 thoughts on “

  1. Setuju juga sih sama pendapatnya mba,
    Tapi itu gak 100% bener 😁
    Kadang2 kita ikut2an gaya orang lain yang menurut kita keren . .
    Jadilah diri sendiri.
    Semangat mba zahra 😆

    Jangan lupa mampir ke blog saya ya 😉

    1. ha ha ha iya itu. tapi mungkin karena saya yang gampang kebawa orang (pada saat itu) jadinya gampang keseret 😅
      terima kasih sudah mampir di blog ini 😄

  2. Memang demikian teorinya bahkan ada ungkapan “dibalik (dibelakang orang kuat, orang cerdas dan genius pastilah ada seorang sama) yang membedakan adalah ” ilmu kehidupannya” karena ilmu tersebut berdasarkan pengalaman yang sudah dijaninya dan hal itu seperti guru, yaitu guru kehidupan, dan semua manusia berproses dalam demensi waktu untuk mencapai tujuan dari kehidupannya yaitu bermanfaat, semoga….

    1. Halo, maaf baru baca komentarnya (^^:)

      iyap, saya pun setuju dengan pendapat anda.

      semoga hidup kita selalu bisa bermanfaat ya 😀
      terima kasih sudah mampir 😀

  3. Memang demikian teorinya bahkan ada ungkapan “dibalik (dibelakang orang kuat, orang cerdas dan genius pastilah ada seorang sama) yang membedakan adalah ” ilmu kehidupannya” karena ilmu tersebut berdasarkan pengalaman yang sudah dijalaninya dan hal itu seperti guru, yaitu guru kehidupan, dan semua manusia berproses dalam demensi waktu untuk mencapai tujuan dari kehidupannya yaitu bermanfaat, semoga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s