hal yang remeh tapi …

hai! lama tak bersua!

kali ini saya akan membahas sesuatu yang sebenarnya sepele tapi yah, entah kenapa berarti buat saya sendiri. kali ini mengenai organ tubuh yang saya foto.

Saya pernah baca entah di mana (karena lupa sumber), tapi…. cukup ngena buat saya sendiri. Allah menciptakan segala sesuatu dan segalanya memiliki manfaat. 

Kadang kita gak pernah bersyukur atas suatu nikmat hingga satu saat kehilangan dari nikmat itu sendiri. Yap. seperti kali ini, ibu jari saya terluka gara-gara keteledoran saya sendiri. sebenarnya bukan kali ini aja salah satu jari saya akibat itu. (terakhir yang paling parah sih pas masih di UPI, pas lagi praktikum gitu ya.) Nah!!!! kali ini emang parah banget, udah mah jatuh, menimpa tangga (jarinya), kebeset kecrekan periuh suasana. darah yang ngucur?  gak berhenti selama….hem 5 menit gitu, pokoknya baru mulai berhenti setelah diberi cairan antiseptik lah, walaipun itu masih rada ngucur, pas udah nyanyi 3 atau 4 lagu gitu ya baru berhenti benar benar berhenti. (sesat woi) (insiden terjadi di tempat karaokean)

efeknya? beuh, ga bisa menggunakan jari tangan kanan dengan baik dan benar😢 pokoknya ga ada tenaga buat melakukan sesuatu yang berkaitan dengan jari untuk saat ini! seperti buka botol, melipat barang,  kaku gitu jempolnya. TvT sampai sekarang (saat ngepost ini maksdunya) juga kadang masih keluar darahnya sikit-sikit laaaa. 

sebenarnya si lukanya ga boleh ditutup sama plester luka, biar kering, kalo kata junior yang anak farmasi (kepikiran sih dari awal), tapi demi menjaga pemandangan dan estetika agar orang (dan saya pribadi) gak geuleuh kalau liat tangan saya jadinya yaa pakai plester. untung selama perjalanan dapetnya bukan yang kain, tapi pas di Indonesia agak kesulitan dapet yang bahan seperti di foto. gak ada yang bahannya mirip di foto kalau di Indonesia kan sedih (kalo ada pun sepertinya agak susah dicari) =”) fyi: menghabiskan sekitar 20 plester selama perjalanan.

kadang kepikiran juga sih, hebat banget deh orang-orang yang mengalami kekurangan di bagian tubuhnya tetapi bisa beraktivitas seperti seakan seorang manusia yang memiliki organ tubuh/bagian tubuh yang lengkap, sementara saya, yang jempolnya hanya terluka saja rasanya menderita banget. makanya yang beginian kadang jadi bahan renungan juga buat saya sendiri. merefleksikan lagi diri ini. 

sekalian.

karena besok mulai masuk 1 Ramadhan, semoga ramadhan tahun ini bisa lebih baik dripada tahun kemarin dan bisa menjai titik untuk hijrah ke arah yang jauh lebih baik. 

semoga isu soal toleransi cukup sampai tahun hemarin. 今年からいつまでも世界平和を守られる様に。kalau cuma ribut doang tanpa aksi nyata ya sama aja bohong =)

Advertisements

2 thoughts on “hal yang remeh tapi …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s