Highlight Pelesiran #2

informasi yang (mungkin) cukup berguna selama di Kyoto ada di bawah segala curcolan saya di sini.

 So…. si saya yang jalan jalan tanpa perencanaan yang pasti ini berujung jalan-jalan ke Kyoto, demi bisa liat kampus Kyoto Daigaku atau Kyoto University, yang selanjutnya saya akan tulis dengan Kyodai, yang ternyata luas uga (sampe nyasar pas mau ketemu temen di sana). Bahkan, mau ketemu orangnya aja ngedadak (gegara keinget di baru masuk kuliah lagi di Kyodai). iya ngedadak, sehari sebelum ke sana tiba-tiba iseng coba menghubungi orangnya dan ternyata bisa 

untung aja


kalau dilihat dari susunan foto di atas, sebenernya saya iseng menyempatkan diri dulu buat jalan-jalan dikit laaaaah. berbekal petunjuk dari Tourist information di Kyoto Tower, setelah ngaso buat sholat di sana juga, saya akhirnya memilih buat ke Ginkakuji. bukan yang ada emas-emasnya gitu di kuilnya, tapi dia termasuk tempat yang bersejarah. (tapi karena datang sendiri dan ga ada temen pas ke sini jadinya serba YOLO, hajar aja apapun yang terjadi, setidaknya masih punya bahasa Jepang kalo nyasar😂).

Kalau dibandingkan sama Kiyomizudera, Gion, atau Kinkakuji, yang saya lihat di sini lebih banyak anak sekolah yang sedang karyawisata gitu. turis asing ada, tapi ya ga sebanyak di 3 tempat di atas. (mungkin kaena datang bukan pas waktu liburan? entah). tapi tempatnya bikin adem, menyejukkan mata dengan melihat yang hijau-hijau  bet that on autumn it has an orange-ish view and it’ll become a  pretty scenery.

 Masalah selanjutnya!!! saking saya sok tahu karena mikir kampus tempat teman saya kuliah itu dekat dari shelter bus tujuan, saya dengan cuek sangat, jalan ke kampus Kyodai, dan ternyataaaaaaaaaaaaa kampus gedungnya dia itu ujung ke ujung perempatan!!!!!! kayak sepanjang jalan Braga sampai ke perempatan balai kota Bandung!!! tapi setidaknya bisa liat maskot gedungnya lah ya seperti yang bisa dilihat di foto. Cuma karena itu saya jadi molor dri jam janjian ketemu (sejam karena tersesat, kan sedih hhhhhhhh) dan akhirnya agak ngerti kenapa cewek ga bisa baca  peta. saya bisa baca peta tapi ya mungkin saya kurang teliti buat yang satu ini. kebiasaan jelek saya: kurang cari tahu tempat tujuan. 

kalo di gambar sih tulisannya sekitar 2.44 kan, tambahkan 2 jam dari waktu tersebut….yang berarti? UDAH SOREEEEEEEEE

kalo diterjemahkan sih

saya: di daerah sini

teman: di mana daaaah 😹

saya: deket tempat arsip kyodai. tadi salah jalan. maaf

teman: oke oke

yang bikin saya bersyukur, ini anak pernah ikutan pertukaran pelajar di Indonesia setahun jadi sepertinya dia udah ngerti kalo soal ngaret   tapi tetap aja molornya paraaaaaaaaaah. untung berhasil ketemu. DAN SUMPAH KAMPUSNYA JAUH BANGET SAMA GEDUNG UTAMA. kalo diumpamakan dengan kampus Unpad nangor…. macem dari FISIP ke Balè Santika (tapi jalannya datar sih jadi ga secape kalo di sana). 

yak. akhirnya ketemu kok. seneng bisa ketemu teman di sana =”) oh, namanya Ryuusei! 隆盛、京都で色々のこと本当にありがとう!!!!

———-

beberapa catatan yang (mungkin) cukup berguna.

1. Kyoto bukan kota yang sefantastis (soal kepraktisan) Tokyo atau Osaka, tapi punya khas tersendiri (maklum, dulunya ibu kota Jepang sebelum pindah ke Tokyo). Kalau mau keliling kota dan ke objek wisata di sana, gak bisa pakai JRPass, karena rata-rata kereta di sana bukan punya JR, dan hanya ada kereta bawah tanah dan bis untuk transportasi umum dalam kotanya. kalau sekiranya hanya ingin ke tempat wisata, saya pribadi menyarankan untuk beli tiket bis one day pass yang bisa dibeli di Tourist Information yang ada di Stasiun Kyoto dan Kyoto Tower (ini berdasarkan pengalaman saya pribadi ya). harganya 500 yen. tapi ya itu, kalau misalnya banyak yang ingin dituju dan tempatnya macem ujung-ke-ujung, beli ini pilihan tepat, tapi kalau cuma 1 tempat terus balik stasiun mending pakai uang biasa aja (pakai tiket dari bisnya) atau pakai IC card


atas: yang baru, bawah: yang lama. dapet gambarnya Yukan club

 

yang baru ada petunjuk bahasa Inggrisnya.

2. Kalau misalnya baru banget sampai Kyoto (dari stasiun Kyoto) dan pengen banget Shalat dengan tenang (alias benar-benar sholat selayaknya di Indonesia, macem di mushola). tenang! Semenjak terpilihnya Tokyo sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade 2020, dan semakin banyak orang Indonesia/Malaysia yang mulai pelesiran dengan Jepang sebagai destinasinya, segala aspek yang berkaitan dengan muslim mulai diperhatikan. dan itu berarti…. tempat makan Halal bertambah dan tempat sholat pun mulai bisa ditemukan di sini. tempat sholat yang paling dekat dari stasiun Kyoto adalaaaaaaaaaaaah……… Kyoto Tower! tinggal jalan sedikit dari stasiun Kyoto, nyeberang dan voila! sampai deh. pokoknya begitu masuk ke bangunan  Kyoto Tower itu ada kayak toko-toko yang jualan makanan dan tiket buat masuk ke observation tower di sana. dekat dari tempat penjualan tiket masuk ada lift, naik aja langsung ke lantai 3 dan langsung datangi tourist information yang ada di sana, terus bilang kalau mau sholat. nanti akan diberi kartu akses ke sana. yaaa, meski aksesnya mungkin akan terkesan rIbet, tapi itu demi kenyamanan kita semua kok. musholanya kecil, maksimal 8 orang (4 laki-laki, 4 perempuan) kalau buat sholat. soal aturannya nanti saya akan bahas di postingan selanjutnya.

3. saya tidak menyarankan jalan-jalan pakai sepatu chantique selama di sini, apalagi kalau mau ke kuil atau tempat wisata yang ada di Kyoto, karena rata-rata jalan untuk ke tempat wisata tersebut adalah menanjak!!!!!! apalagi kalau mau ke kuil. meski jalannya enak sih, tapi tetap saja tidak disarankan, biar meringankan beban kaki. Kalau udah biasa ya ga masalah sih. soalnya ada aja tempat wisata yang dari halte bis masih harus jalan seenggaknya 500m buat ke dalamnya, jalanan naik turun. (contohya ya Kiyomizudera dan Ginkakuji)

4. Kalau datang ke Kyoto pada masa peralihan musim semi ke panas, musim panas, atau musim panas ke musim gugur, pakailah pakaian yang tipis dan tetap bawa jaket. kalau musim panas kayaknya ga usah pakai jaket sih, tapi kalau di musim peralihan, lebih baik bawa jaket karena bisa aja siangnya 25℃ atau lebih tapi malamnya drop sampai 17℃. kalau yang tidak terbiasa bisa mendadak kedinginan (iya contohnya saya dan emang kejadian =”) ) kalau perlu, bawa payung anti uv, pake sunblock, soalnya cahaya mataharinya terik dan menyilaukan. yaaa lebih tepatnya sih, selalu cek informasi cuaca pada hari itu. Perkiraan cuaca Jepang 98% akurat. 

5. Bawa air minum! bisa beli atau bawa sendiri, tapi pokoknya bawa air minum

6. barang bawaan banyak, pengen keliling gak mau ribet bawaan? simpanlah barang-barang yang merepotkan di loker. harganya beragam, 300 yen, 500 yen (koper kecil), atau 700 yen (koper besar). tersedia di stasiun, banyak banget! tapi sebanyak-banyaknya juga tetap aja suka penuh. jangan kesiangan berangkatnya (oh dan saya emang baru sampai Kyoto sekitar jam 11.40an 😅)

oke, sekian dari saya! 

Advertisements

7 thoughts on “Highlight Pelesiran #2

    1. berasa tour guide wkwkw tapi emang jalan di Jepang asik(padahal beberapa kali jalan sendiri nyasar terus 😂) hahaha semoga aku juga bisa balik ke Jepang!

      Terima kasih (soal fotonya he he)!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s