Highlight Pelesiran #3

Sesuai janji saya pada postingan sebelumnya, saya mau sedikit membahas cara biar bisa shalat di Kyoto Tower. 

pertama, kita yang pasti keluar dari stasiun dulu lah. jelas. terus kita langsung ke bangunan Kyoto Tower.

Kyoto Tower! (foto dari dokumentasi pribadi, foto lama btw)

Begitu masuk ke gedungnya, seperti yang saya bilang juga sebelumnya, langsung aja naik lift atau eskalator ke lantai 3. kemudian kita datangi Kyoto City Tourist Information. kalau pakai lift sih ya…. langsung menghadap ke meja resepsionis gitu ya. nah langsung saja datangi staf di sana dan bilang kalau kita mau shalat. oh ya, stafnya sendiri bisa bahasa Inggris kok, kalau teman-teman gak bisa bahasa Jepang juga masih aman lah. 

catatan: kita gak bisa masuk ke mushola ini sebebas di mall di Indonesia atau Malaysia sih, soalnya mushola di sana dikunci sama petugasnya. makanya harus lapor dulu ke staf di sana. demi keamanan aja. selain itu, tiap orang hanya bisa di dalam selama kira-kira 20 menit. yaaaa lumayan lah buat ngaso sebentar. mungkin terkesan ribet dan ‘lah nyusahin’, tapi ya setidaknya harus bersyukur udah bisa sholat dan dikasih fasilitas yang cukup mumpuni juga. he he.  Tapi prosedur macam ini sejauh yang saya rasakan hanya mushola yang emang difasilitasi oleh Tourist Information Center. Ada tempat lain yang kalau mau sholat tinggal masuk kok.

Sebelum masuk ke sana, kita akan disuruh mengisi data pribadi terlebih dahulu (untuk database mereka aja).  oh iya  ada opsi juga apakah kita mau ada orang lain yang masuk ketika berada di dalam atau tidak (maksudnya biar privasi kita juga terjaga, jadi kalau misalnya kamu lanjalan rombongan 7 orang keluarga semua gitu, bisa pilih ga mau diganggu selama di dalamnya.) setelah itu baru kita diberi kartu akses buat masuk ke sana dan ruangan mushola akan dibukakan oleh staf. Kartunya harus dikembalikan ya! 

Kartu yang saya dapatkan!

seperti yang bisa dilihat di gambar. selama di mushola kita gak boleh makan, merokok, menggunakan ponsel untuk menelepon, ataupun menggunakan peralatan yang mudah terbakar.

tempat shalat buat laki-laki dan perempuan dipisah kok. ada tirai juga jadi aman buat lepas kerudung lah walau sementara (kalau mau). 

tempat shalat untuk perempuan. cukup untuk 4 orang lah~

yang ada kursi itu sebenarnya tempat wudhu. 

dan yap! kita bisa mengisi daya baterai ponsel atau kamera kita kalau habis… meski saya gak yakin sebenarnya boleh tidaknya melakukan hal tersebut. 

tempat wudhu buat laki-laki

yang agak ga enak sebenarnya tempat sholat buat laki-laki sih, Kiblatnya kan agak serong kanan dari tempat wudhu tuh tapi ya itu, karena tempat wudhu di depan arah kiblat jadi agak-agak heng…. bisa buat 4 orang juga lah. 
sebenarnya saya juga ke mushola di Stasiun Osaka, prosedurnya mirip-mirip lah, harus lapor dulu ke Tourist Information. hanya saja kalau di Osaka dari tourist information ke musholanya agak jauh (dan saya lupa mendokumentasikan mushola di Stasiun Osaka). Mushola di lantai 1, luar bangunan, agak nyempil di pojokan, sementara tourist information ada di lantai 3. tapi yang di Osaka sedikit lebih nyaman lah kalau dibandingkan dengan yang di Kyoto. Saya gak tau apakah bisa sholat tanpa lapor dulu ke petugasnya soalnya mushola di sana autolock alias pintu otomatis. tapi kalau mau aman yaaaaa bilang aja dulu kalau mau sholat di tourist information. tapi ga enaknya yang di osaka, kalau udah keluar ga bisa masuk lagi =”)

sekian!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s