Ternyata Saya Memang……

………sudah lelah sama orang orang yang terlalu fanatik, fanatik terhadap hal apapun.

Mendekati pemilu 2019 ini, saya dihadapkan dengan berbagai postingan maupun orang-orang yang kelihatan sekali memihak satu kubu dan menjatuhkan kubu lainnya. apalah itu kubu cebong kampret, dua-duanya sama aja. paslonnya mungkin oke aja tapi supporternya itu tuh hadeh capek deh saya. pokoknya saking kesalnya sama orang-orang fanatik dengan hestek berkaitan dengan wowowiwi (saya rasa anda juga paham maksud saya) saya sampai memblok kata-kata, tagar di sosmed yang berkaitan dengan hal tersebut (dan termasuk kata-kata kasar lainnya yang menjijikan dan tidak enak dibaca). kalau tidak seperti itu, ada kemungkinan saya bisa jadi orang yang tidak waras di dunia nyata.

Rasanya jadi kangen masa-masa sosial media belum merebak di kalangan masyarakat. sosial media bukanlah hal yang buruk, saya tahu itu. tapi kayaknya banyak yang menyalahgunakan media. berbagai framing kasus yang tidak diteusuri terlebih dahulu sampai-sampai membuat pernyataan yang kelihatan kalau kurang tabayyun atau cari informasi dulu. contohnya mungkin kasus KTP-el untuk WNA. saya tidak mau asal tuduh “wah ini pasti buat dukung satu kubu nih”. lihat dulu tanggapan dari orang-orang yang bahas ini, cari tahu lebih lanjut soal ini dan ternyata….

voila

ini sudah ada UU-nya ternyata, bahkan sebelum petahana naik lho *keprok*.

di satu sisi, ya saya juga khawatir kalau akan ada penyalahgunaan si identitas untuk WNA ini, apalagi ketika melihat prinsip LUBERJURDIL yang menurut saya sudah HAMPIR HILANG. sekarang terlihat sekali siapa memihak siapa dan membenci siapa. gara-gara ini, sampai saat ini bahkan saya belum bisa menentukan pilihan untuk PEMILU saat ini. gak usah memaksa saya buat memilih siapa, nanti saya ilfil.

saking kesalnya saya soal ini, saya sampai curhat soal ini ke babeh soal keberpihakan yang memuakkan dan gak menerima kritik. saya suka sama pernyataan beliau mengenai keadaan sekarang yang sudah sangat terlihat keberpihakannya.

gini ka, kalau orang sudah terlalu fanatik mendukung sesuatu, segala sesuatu yang dilakukan oleh apa yang ia dukung bakal tetap dibilang bagus meskipun sebenarnya ada yang patut dikritik dan dibenahi. nah kalau misalnya si kubu lawan melakukan hal yang bagus tuh tetap aja dibilang jelek.

NAH INI BANGET. kerasa. banget. Gini lho, kalau memang bagus ya dukung aja, bantu menyebarkan kebaikannya, kalau memang jelek, kritik! tapi kritik membangun, bukan menjatuhkan. sementara yang saya lihat untuk sekarang tuh banyaknya saling serang. gak cape tuh saling serang? daripada menjatuhkan mending bantu kritik dan kasih support untuk yang sekarang, buat apa nyinyir, cape sendiri. yang bacanya juga lelah.

terus, jadi teringat pas pergi ke tempat tes dadakan yang saya lakukan januari lalu. saya kan pakai kendaraan daring soalnya dari tempat saya nginep ke lokasi tesnya jauh bener (JARAKNYA HAMPIR MIRIP DARI RUMAH KE KAMPUS) meski satu wilayah jaksel (kesel nih www) (lagian ngapain juga pake kendaraan sendiri capek hahahah). nah ini keliatan banget mihak siapanya. meski pembicaraan ga melulu soal ini, tapi mood saya langsung “oke i see. next!“. pas pulangnya, agak berbeda. drivernya bilang gini, “mau siapapun yang mimpin emang ngasih efek apa sih sama rejeki kita? ga ada. tetep ujungnya harus usaha sendiri. pokoknya siapapun harus kita dukung lah. kalau pemimpin kita melakukan hal yang baik ya kita juga harus apresiasi, kalau salah, kritik.”

tapi ya semoga pemilu kali ini menjadi pemilu yang damai. saya capek ah liat orang debat sampai putus pertemanannya gegara  beda pilihan doang.

 

jaman sudah makin edan teh bener nya.

 

Advertisements

3 thoughts on “Ternyata Saya Memang……

  1. kupikir hanya diriku yang beginiiii~

    lelah ya menyaksikan proses saling jatuhkan satu sama lain. keliatan benar bahwa orang di indonesia belum dewasa dalam proses demokrasi ini.

    1. Halo teteh! tidaaak, teteh tidak sendiri koook. banyak yang gini kok teh 😦

      naah ini. tapi ya karena banyak yang sumbu pendek di kedua kubunya . semoga siapapun yang mimpin ke depannya bisa membawa Indonesia yang damai (meski saya agak pesimis ha ha 😅)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.