Ternyata Pada Akhirnya, Kena Juga…..

Penyakit yang akhir-akhir ini kayakny asedang menjadi topik hampir semua orang, yang membuat rencana pertemuan tatap muka terbatas bagi instansi sekolah ditarik kembali menjadi metode pembelajaran jarak jauh, Omicron.

Sejujurnya saya memang bukan yang wah banget (tapi tetap menjaga prokes karena orang tua saya sangatlah bawel ahahah) soal omicron ini. Dilematis yaa. sampai sekarang aja masih ramai kaum vaksin dan nonvaksin yang hebatnya masih berseliweran 2-2nya!

Awalnya denial? nggak juga sih, cenderung pasrah malah. Kalau dilihat dari gejala yang saya alami, 90% saya terjangkit covid. sedikit khawatir juga sama orang tua soalnya kan tinggal serumah (dan ternyata setelah PCR beneran hasilnya positif semua HEUHEU). 10%nya buat menenangkan.

Mungkin ini juga jadi gambaran secepat apa sih omicron menyebar (dan orang-orang yang terkena penyakit ini?):

kisah nyata tetehnya (dan saya)

Gejala

setiap orang punya gejalanya masing-masing. Namun ssecara umum, berikut adalah gejala omicron.

Sumber: Halodoc

Saya akan sedikit menyangkal pernyataan kalau gejalanya mirip pilek. memang mirip, tapi ada perbedaan. Sebagai orang yang setiap tahun selalu terkena demam tahunan, saya tahu betul kondisi tubuh saya seperti apa saat sakit. Kalau demam biasa, saya paling batuk pilek dan radang tenggorokan, tapi tidak begitu menyiksa. Untuk kasus omicron ini, saya batuknya lebih berat dari biasanya dan tenggorokan rasanya sakit sekali. Sudah minum obat yang biasa saya minum pun tidak sembuh-sembuh (padahal biasanya 1-2 hari sudah mendingan).

Selain itu, saya tetap kena demam dan mengalami pelemahan indra perasa dan penciuman, 1 hari saja. itu pun pada saat sudah masuk hari ke-3 dan setelah diswab sambil menunggu hasil. tidak total anosmia tapi sempat mengalami hal tersebut. hal itu dibuktikan pas saya mau makan “tumben bener nggak ada rasa” dan saya yang agak panik langsung iseng menyemprotkan parfum yang saya sendiri gak suka wanginya, ternyata agak samar. tercium sih tapi ya itu samar-samar. padahal itu baunya nyegak banget. saya sudah memperoleh booster juga. tapi gejalanya nggak seringan itu.

setelah dapat konfirmasi positif, saya langsung cek story/cerita orang yang positif lah ya. nah ternyata dari Kemenkes ada notifikasi melalui pesan Whatsapp kalau kita kena covid. ada obat yang bisa ditebus secara gratis. Secara garis besar, di bawah ini adalah catatan yang saya coba rangkum secara tertulis untuk apa yang harus dilakukan (versi saya) saat dinyatakan positif covid.

Barangkali ada yang penasaran keadaan saya sekarang gimana? Welp. Mendingan tapi ya masih harus istirahat. Masih agak sesak juga. Jadi doakan saya sekeluarga pulih ya semuanya.

With luv

Zahra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.